Married Priests

Neraca Pembayaran RI Surplus Sebesar US$ 11,6 Miliar di 2017

Feb
10

Neraca pembayaran Indonesia (NPI) 2017 tercatat US$ 11,6 miliar. Bank Indonesia (BI) menyebutkan surplus ini ditopang oleh surplus transaksi modal dan finansial yang meningkat dibandingkan tahun sebelumnya, terutama dalam bentuk investasi langsung dan investasi portofolio, sejalan dengan membaiknya persepsi investor terhadap prospek perekonomian domestik.

” Perubahan NPI pada 2017 keseluruhannya tunjukkan terpeliharanya keseimbangan eksternal perekonomian hingga ikut menyokong berlanjutnya kestabilan makroekonomi, ” Kata Deputi Direktur Departemen Komunikasi BI, Junanto Herdiawan dalam info resmi, Jumat (9/2/2018).

Baca juga: kurs dollar hari ini

Dia menerangkan, BI selalu mewaspadai perubahan global, terutama yang bisa memberi resiko untuk kemampuan neraca pembayaran keseluruhannya diantaranya berkaitan normalisasi kebijakan moneter di sebagian negara maju, desakan geopolitik di sebagian lokasi, serta kenaikan harga minyak dunia.

” BI yakini kemampuan NPI juga akan makin baik di dukung bauran kebijakan moneter serta makroprudensial, dan penguatan koordinasi kebijakan dengan Pemerintah, terutama dalam mendorong lanjutan reformasi struktural, ” tambah dia.

Pada kuartal IV, NPI terdaftar surplus 2017 US$ 1 miliar. Surplus ini didukung oleh transaksi modal serta finansial yang mencatat surplus cukup besar, bersumber dari investasi segera serta investasi portofolio.

Disamping itu, defisit transaksi jalan th. 2017 terdaftar sebesar US$ 17, 3 miliar atau 1, 7% dari PDB, lebih rendah dibanding defisit th. terlebih dulu yang sebesar 1, 8% dari PDB.

Perbaikan defisit transaksi jalan itu bersumber dari penambahan surplus neraca perdagangan nonmigas di dalam meningkatnya import migas, defisit neraca jasa berkaitan defisit jasa transportasi, serta neraca pendapatan primer terlebih untuk pembayaran repatriasi hasil investasi asing. Perbaikan defisit transaksi jalan itu bersumber dari penambahan surplus neraca perdagangan nonmigas di dalam meningkatnya import migas, defisit neraca jasa berkaitan defisit jasa transportasi, serta neraca pendapatan primer terlebih untuk pembayaran repatriasi hasil investasi asing.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *