Married Priests

Faktor Penyebab Alergi Protein Susu Sapi

May
29

Adakah yang tidak mengenal dan belum merasakan bagaimana rasanya susu? Tentu saja semua orang tau dan pernah merasakannya meskipun sudah lupa. Sejak lahir, seorang bayi sudah dikenalkan dengan air susu. Yaitu air susu ibu yang juga termasuk salah satu jenis susu. Terdapat banyak kandungan baik yang akan bermanfaat bagi kesehatan tubuh. Akan tetapi, ada pula bayi yang tidak merasakan meminum air susu ibu. Lalu, bagaimana bayi tersebut bisa bertahan hidup? Padahal, nutrisi bayi hanya berasal dari susu. Karena bayi belum bisa mencerna makanan yang padat sehingga harus mengkonsumsi zat cair. Sebagai gantinya, bayi bisa diberikan susu yang berasal dari sapi. Tidak hanya bayi, beberapa orang dewasa pun sampai saat ini masih banyak yang mengkonsumsi susu sapi. Karena manfaatnya memang banyak dan besar bagi tubuh. Susu sapi bisa diolah menjadi berbagai macam jenis produk. Seperti susu bubuk, susu kental manis, es krim, yogurt, dan lain sebagainya. Susu membantu manusia dalam tumbuh kembangnya.

Akan tetapi, tidak semua orang mendapatkan reaksi yang baik ketika mengkonsumsi susu sapi. Ada juga bayi ataupun manusia dewasa yang mengalami alergi protein susu ketika meminum susu api tersebut. Apa yang menyebabkan seorang bayi bisa mengalami hal tersebut? Karena protein yang berada dalam susu akan bereaksi dengan sistem imunitas yang ada di bayi tersebut. Hal lain yang jga mejadi penyebab alergi protein susu adalah intoleransi laktosa. Jenis alergi ini tidak jauh berbeda dengan alergi makanan pada umumnya. Tubuh akan menganggap bahwa protein yang berada di susu merupakan suatu hal yang berbahaya dan mengancam sistem kekebalan tubuhnya. Kemudian, secara otomatis sistem kekebalan tubuh akan dengan cepat membentuk Immunoglobulin E. Fungsi adanya Immunoglobulin E yaitu sebagai penetral alergen yang berada di dalam tubuh. Pada proses penetralan ini, akan dihasilkan pelepasan histamin beserta berbagai zat kimia yang lainnya. Pelepasan tersebutlah yang menyebabkan muncul beberapa gejala alergi yang diakibatkan setelah mengkonsumsi susu sapi. Sebenarnya, apasih kandungan pada protein susu yang menyebabkan alergi? Ada dua kandungan utama yang menjadi faktor penyebabnya. Yaitu Kasein dan whey. Kasein akan dengan mudah ditemukan di beberapa susu yang bentuknya padat. Sedangkan whey berada di susu yang bentuknya cair. Jika susu tersebut sudah menjadi kental, kandungan whey tetap ada di dalamnya. Kedua jenis protein tersebut mungkin memang cukup sulit dijauhkan dari konsumsi sehari-hari. Karena banyak bahan makanan yang berasal dari susu dan mengandung protein jenis kasein maupun whey.

Ada juga beberapa faktor yang bisa menjadi penyebab seseorang megalami alergi protein susu. Faktor yang pertama adalah adanya alergi makanan lan yang kemudian akan memacu terjadinya alergi susu pada tubuh. Ini banyak terjadi di kalangan dewasa. Karena seorang bayi belum mengkonsumsi makanan. Hanya susu sebagai sumber energi dan tenaganya. Lalu, faktor yang selanjutnya yaitu karena keturunan. Pada keluarganya juga memiliki riwayat alergi susu. Nantinya, bisa saja ini diturunkan kepada generasi selanjunya. Mungki sedikit aneh jika alergi juga bisa diturunkan kepada anak maupun cucunya. Tetapi pada kenyataannya, sudah beberapna. Sehingga orang yang mengalaminya. Faktor yang selanjutnya ini biaa terjadi pada bayi maupun anak-anak. Bayi dan anak-anak masih belum memiliki sistem pencernaan yang sempurna. Oleh kaarena itu, masuknya protein susu ke dalam sistem pencernaannya belum tentu

kan diterima dengan baik. Ada yang justru memberikan reaksi negatif. Salah satunya adalah alergi. Namun, tidak perlu merasa khawatir. Semakin ia tumbuh dan berkembang menjadi manusia dewasa, sistem pencernaannya akan semakin sempurna. Dan besar kemungkinan tidak akan memiliki alergi lagi terhadap protein susu. Faktor yang terakhir yaitu karena seseorang menderita penyakit peradangan kulit yang sudah kronis. Dalam dunia kedokteran, penyakit tersebut biasa disebut dengan dermatitis atopik. Karena ketika adanya dermatitis atopik daam akan memicu tubuh untuk mengeluarkan gejala-gejala alergi setelah mengkonsumsi susu atau bahan makanan yang mengandung protei susu. Meskipun kelihatannya alergi adalah sesuatu hal yang sepele, tetapi tidak boleh dianggap enteng. Karena alergi yang terjadi terus-menerus akan berbahaya bagi tubuh. Jika memiliki suatu alergi, lebih baik mnghindarinya daripada mengobati. Pengobatan yang dilakukan terus-menerus akan berefek pada ginjal. Selain itu, tubuh akan kebal terhadap beberapa obat yang menggunakan dosis rendah. Secara otomatis akan diberikan dengan obat dosis tinggi. Banyak resiko berbahaya yang akan dihadapi jika penggunaan obat dosis tinggi sering dilakukan. Jika tetap ingin mengkonsumsi susu, bisa mengganti susu sapi dengan susu kedelai. Karena protein yang ada di dalamnya sangat berbeda. Kebanyakan orang yang alergi te.rhadap susu sapi, tidak memiliki alergi terhadap susu kedelai. Susu kedelai juga memiliki banyak manfaat bagi tubuh.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *